Surabaya, 26
September 2015 - Pertumbuhan insfrastruktur internet di Indonesia memberi
peluang bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi lokal untuk mendapat tempat
di pasar nasional dan
internasional. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia,
dengan populasi lebih dari tiga juta penduduk yang sebagian besar adalah anak
muda, Surabaya merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan perusahaan
rintisan teknologi berbasis internet.
Start Surabaya bersama PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk.
(EMTEK) menyelenggarakan Startup Sprint, sebuah kompetisi bagi perusahaan
rintisan berbasis teknologi yang menciptakan solusi bermanfaat untuk
menyelesaikan permasalahan di Indonesia. Startup Sprint membuka kesempatan bagi
perusahaan rintisan digital asal Surabaya untuk tumbuh menjadi perusahaan
global.
Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR, selaku salah satu
inisiator Start Surabaya menuturkan bahwa Startup Sprint dilaksanakan sebagai
tahap lanjutan untuk mendorong berkembangnya ekosistem startup teknologi di Surabaya, setelah sebelumnya Start Surabaya
berhasil menjalankan coworking
space, program mentoring, dan sesi networking
sejak Januari 2015.
“Kami menyadari bahwa membangun ekosistem dan mendorong
terciptanya entrepreneur tidak bisa terjadi dalam waktu
semalam. Ekosistem di Silicon Valley sudah mulai dibangun sejak tahun 1960-an, sehingga
mereka sudah siap memanen hasilnya sekarang. Oleh karena itu, para pemangku
kepentingan di industri teknologi di Indonesia harus berani terjun dan
membangun dari bawah. Kita tidak bisa berharap akan muncul generasi entrepreneur
secara organik, tanpa pembinaan dan pembibitan sejak dini. Melalui program
Start Surabaya, kami sudah menginkubasi ratusan anak muda yang memiliki kemauan
dan kemampuan untuk menjadi entrepreneur melalui berbagai pelatihan, meetup, hingga konsultasi dengan mentor,”
kata Yansen.
Dari 103 tim yang mendaftar, telah terpilih 25 tim
terseleksi untuk mengikuti rangkaian bootcamp berupa seminar dan workshop dari para
pelaku industri teknologi Indonesia selama selama 2 hari pada tanggal 26 dan 27
September 2015 di coworking space Forward Factory, Spazio.
sia-sia, dan upaya ini perlu dilakukan secara
berkesinambungan, melalui kolaborasi yang menjadi kunci untuk menumbuhkan
ekosistem,” menurut DR. Ir. Achmad Affandi, DEA, Kepala LPTSI Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, selaku Ketua Dewan Juri Startup Sprint.
Representatif dari Group EMTEK dan Founder dari Seekmi.com,
Nayoko Wicaksono, menambahkan, “Perlu ada kota-kota alternatif selain Jakarta
yang menjadi basis pertumbuhan startup berbasis teknologi. Surabaya memiliki
berbagai unsur pendukung dalam mengembangkan sebuah ekosistem Industri
teknologi. Dukungan dari pemerintah, komunitas, dan juga private sector membuat Surabaya menjadi sangat
ideal. EMTEK selaku salah satu pihak yang punya visi misi serupa, akan terus
mendukung pertumbuhan ekosistem industri teknologi di Surabaya.”
0 komentar:
Posting Komentar